Safety Leadership for Management

SAFETY LEADERSHIP FOR MANAGEMENT

Keselamatan dan kesehatan di tempat kerja saat ini menjadi perhatian penting baik karena permintaan regulasi pemerintah, tuntunan mitra kerja, bahkan dari karyawan serta masyarakat. Pelaksanaan program keselamatan dan kesahatan di tempat kerja memerlukan komitmen yang kuat mulai dari pimpinan (manajemen tinggi, menengah dan rendah), dan seluruh karyawan. Oleh sebab itu keberhasilan program pelaksanaan akan sangat bergantung pada pengarahan, dorongan dari pihak manajemen agarsemua unsur dalam perusahaan bisa bergerak dan masing-masing mengambi tanggung jawab sesuai porsi masing-masing. “The process of defining the desired state, setting up the team to succeed and engaging in the discretionary efforts that drive the safety value

Leadership atau kepemimpinan adalah sesuatu yang dimulai dari atas kebawah. Pemimpin berbeda dengan manajer, manajer adalah kedudukan atau jabatan dalam suatu organisasi yang mengurus segala spek manajerial. Tidak semua manajer bisa menjadi pemimpin, karena kepemimpinan terkait dengan cara pandang dan sikap pemimpin terhadap segala aspek yang menjadi tanggung jawabnya. Perubahan budaya K3 dalam suatu perusahaan tidak akan dapat dilakukan secara efektif tanpa perubahan pada kepemimpinan yang berpihak pada K3.

Seorang pimpinan dari manajemen puncak pada suatu perusahaan yang telah mencapai tingkatan “Safety & Health Excellent” sudah benar-benar menyadari bahwa factor biaya, produktivitas, kualitas, dan K3 adalah seiring sejalan dan tentunya secara konsisten membuktikannya di lapangan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sasaran akhir dari suatu organisasi untuk meningkatkan K3 adalah untuk menciptakan iklim dan budaya K3, di mana K3 menjadi suatu nilai utama. Tapi kita tidak bisa memungkiri bahwa pada banyak organisasi dan perusahaan kita sering mendengar informasi seperti “tingkat kepercayaan kepeada manajemen yang rendah, komunikasi yang buruk,dan kredibilitas manajemen yang tidak jelas”.

 

Saat ini masih banyak di temukan para leader yang gagal mengarahkan pekerja untuk mengurangi bahaya di tempat kerja dan para pekerja sendiri sering tidak terlibat di dalamnya.Bagaimana kita bisa merubah itu? Bagaimana kita bisa menciptakan suatu budaya di mana K3 menjadi nilai-nilai utama? (Thomas R. rause,2005. Leading with Safety.16-22). Proses perubahan dimulai dari “kepemimpinan” itu sendiri. Manajemen perlu tahu apa perilaku mereka yang dibutuhkan untuk membawa organisasi yang serius untuk berubah dan menstimulasikan perilaku yang benar kepada semua pemimpin di dalam organisasi. Mereka harus menjadi pemimpin yang konsisten dan bisa menjadi contoh apa yang dikatakannya juga sekaligus dilakukannya, membuat keputusan yang benar, mengkomunikasikan informasi yang benar dan mempunyai visi K3 yang benar.Harus dipahami bahwa bila K3 sudah dijalankan nilai utama dalam budaya perusahaan, maka nilai tersebut akan bisa bertahan lam.

Seorang pemimpin yang diyakini sebagai seorang pengatur dan pengambil kebijakan harus dapat memberikan contoh keteladan terhadap bawahannya. Kemampuan merumuskan strategi atau kebijakan dan selanjutnya menterjemahkan ke dalam program kerja, mengkomunikasikan secara efektif  serta dapat menanggulangi konflik merupakan seni dan ketrampilan yang dapat dipelajari. Keberanian menanggung resiko dan mengambil keputusan pada saat yang sulit akan meentukan apakah pemimpin dapat melakukan fungsinya secara tepat.

 

TUJUAN TRAINING 

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta akan :

1.      Peserta dapat memahami dan mengaplikasikan konsep Safety Leadership dalam pekerjaannya.

2.      memahami tentang K3; apa dan mengapa harus meneraapkan K3

3.      memahami system manajemen untuk K3; perangkat manajmen yang diperlukan untuk mencapai tujuan penerapan K3

4.      memahami hal-hal penting apa yang harus diperhatikan oleh seluruh jajaran manajemen agar seluruh unsur di dalam perusahaan bisa ikut terlibat untuk mempermudah tercapainya kinerja K3 yang baik

 

5.      Peserta pelatihan dapat memahami dan mengimplementasikan bagaimana seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan dengan memperhatikan tingkat keamanan dan keselamatan bagi lingkungan kerja atau organisasinya.

 

LINGKUP MATERI 

Secara umum materi yang akan disampaikan adalah :

1.      Introduction Occupational Health and Safety Legislation

2.      Leadership Approaches and Styles

3.      Approaches to Leadership

4.      Leadership Style(s)

5.      Essential Leadership Skills

6.      Qualities of Leadership

7.      Developing a Flexible Approach

8.      Leading the Individual Report

9.      Leading the Work Group

10.   Taking the Lead in Peer Groups

11.   Motivation

12.   Motivation versus Manipulation

13.   Motivational Theories

14.   Creating a positive working environment and positive attitudes

15.   Motivating the individual and the team

16.   Maintaining self motivation and positive thinking

17.   Problem Solving and Decision Making

18.   Decision making process

19.   Team decision making

20.   Due Diligence

21.   Penalties and Sentencing

22.   Internal Responsibility System

 

23.   Workers Rights and Obligations right to Know, Participate and Refuse

 

SIAPA YANG HARUS MENGIKUTI TRAINING INI? 

Ketua TIM HSE, HRD-GA, Manager / Supervisor bagian yang berkaitan