Mengenal Lebih Jauh tentang Good Laboratory Practice (GLP)

 

 

Jika mendengar istilah GLP, hal apa saja yang terlintas di benak kalian saat ini? Sesuatu berhubungan dengan Lab? Jelas. Peralatan gelas di lemari penyimpanan? Bisa jadi. Atau mungkin sesederhana pereaksi yang digunakan saat pengujian?. Semua hal tersebut tidaklah salah, hanya saja definisi seperti itu terlalu sempit untuk mendefinisikan GLP secara menyeluruh.

GLP atau “Good Laboratory Practice” adalah suatu cara pengorganisasian laboratorium dalam proses pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat dilaksanakan, dimonitor, dicatat dan dilaporkan sesuai standar nasional/internasional serta memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan. Penerapan GLP bertujuan untuk meyakinkan bahwa data hasil uji yang dihasilkan telah mempertimbangkan perencanaan dan pelaksanaan yang benar, praktek pengambilan sampel yang baik, praktek melakukan analisa yang baik, praktek melakukan pengukuran yang baik, praktek mendokumentasikan hasil pengujian/data yang baik, dan praktek menjaga akomodasi dan lingkungan kerja yang baik. Dengan demikian, laboratorium pengujian yang menerapkan GLP dapat menghindari kekeliruan atau kesalahan yang mungkin timbul, sehingga menghasilkan data yang tepat, akurat dan tak terbantahkan, yang pada akhirnya dapat dipertahankan secara ilmiah maupun secara hukum.

Perencanaan dan pelaksanaan yang benar mencakup organisasi, manajemen, dan personel. Organisasi dan manajemen dengan uraian yang jelas mengenai susunan, fungsi, tugas dan tanggung jawab serta wewenang bagi para pelaksananya diperlukan tahap awal melaksanakan GLP. Selain itu, penempatan personel dalam organisasi laboratorium harus disesuaikan dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat.

Praktek pengambilan sampel yang baik berarti terdapatnya prosedur dalam pengambilan suatu bagian dari substansi untuk keperluan pengujian dari contoh yang mewakili kumpulannya.pengambilan sampel harus mempertimbangkan beberapa hal lain seperti petugas pengambil contoh, peralatan yang digunakan, lokasi dan titik pengambilan contoh, frekuensi pengambilan contoh, hingga keselamatan kerja.

Praktek melakukan analisa yang baikmerupakan  prosedur teknis tertentu untuk melaksanakan pengujian. Tanpa metode laboratorium tidak mungkin melaksanakan kegiatan pengujian, pengukuran atau kalibrasi. Karena itu, laboratorium harus menggunakan metode dan prosedur yang tepat untuk semua jenis pengujian yang sesuai dengan ruang lingkupnya. Metode yang digunakan pada pengujian haruslah metode yang telah divalidasi sebelum metode tersebut digunakan. Validasi metode adalah konfirmasi dengan cara menguji suatu metode dan melengkapi bukti-bukti yang objektif apakah metode tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan sesuai tujuan tertentu.

Praktek melakukan pengukuran yang baik berarti laboratorium harus dilengkapi dengan peralatan dan instrumentasi yang sesuai agar pengujian yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Peralatan dan instrumentasi yang digunakan harus sesuai dengan tugas dan ruang lingkup pengujian dan mampu mencapai akurasi yang disyaratkan, serta memenuhi spesifikasi yang relevan dengan pengujian.  Peralatan dan instrumentasi yang tersedia harus diinspeksi secara periodik, dijaga kebersihan, distel dan dikalibrasi.

Praktek mendokumentasikan hasil pengujian/data yang baik terkait dengan penganagan rekaman. Rekaman data hasil uji, pemrosesan, serta penerbitan laporan hasil uji merupakan unsur yang sangat penting dalam keseluruhan proses pengujian. Seluruh rekaman data yang berhubungan dengan pengujian harus mudah dibaca, didokumentasikan, dan dipelihara sedemikian rupa sehingga rekaman tersebut dapat mudah diperoleh kembali dengan cepat sampai batas waktu yang ditentukan.

Praktek menjaga akomodasi dan lingkungan kerja yang baik terkait dengan desain, kondisi serta pemeliharaan laboratorium. Laboratorium harus mempunyai ukuran, konstruksi, lokasi dan sistem pengendalian yang memadai agar dapat memenuhi tugas dan fungsi laboratorium. Desain yang tidak tepat dan fasilitas laboratorium yang kurang terawat dapat mengurangi mutu data hasil uji dan atau kalibrasi, operasional kegiatan laboratorium, kesehatan dan keselamatan, serta moralitas personel laboratorium. Pemeliharaan kondisi akomodasi dan lingkungan laboratorium yang baik, selain untuk mencapai keabsahan mutu data juga dapat melindungi personel laboratorium dari bahaya bahan kimia, kebakaran, serta bahaya lain yang timbul.

author: Nizar Saeful Muslim